Cara Mudah Menggunakan Pekarangan Rumah untuk Menanam Tomat

Cara Mudah Menggunakan Pekarangan Rumah untuk Menanam Tomat

Siapa yang senang berkebun? Hobi tersebut ternyata sangat mudah untuk dilakukan, lho. Kamu bisa memaksimalkan lahan kosong di pekarangan rumah untuk melakukan hobi tersebut. Ada banyak sekali pilihan tumbuhan yang bisa kamu tanam di pekarangan rumah. Salah satu tumbuhan yang paling banyak digemari adalah tomat. Menanam tomat sangat mudah. Tumbuhan ini bisa menghasilkan banyak buah jika dilakukan dengan benar. Setelah membaca artikel ini, dijamin kamu akan semakin bersemangat untuk melakukan budidaya tomat.

Cara Mudah Menggunakan Pekarangan Rumah untuk Menanam Tomat

Cara yang Harus Kamu Lakukan

Di bawah ini akan dijelaskan langkah apa yang perlu kamu lakukan untuk mulai menanam tomat di lahan kosong yang ada di sekitar rumah.

1. Pahami Kondisi Tempat Tinggal

Meski dibilang mudah, tapi menanam tomat tidak bisa dilakukan dengan cara yang sembarang. Hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah kondisi lingkungan tempat tinggalmu. Lihatlah apakah tanah di lahan kosong yang akan digunakan sudah ideal atau belum. Apabila kamu ragu terhadap kondisi yang ada, kamu bisa bertanya kepada tukang kebun atau penjual tanaman yang ada di sekitarmu.

2. Pilih Tomat

Tomat memiliki ragam yang berbeda-beda. Kamu bisa memilih jenis tomat sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmu. Namun, pada dasarnya, tanaman tomat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu determinate dan indeterminate. Determinate adalah tanaman tomat yang tumbuh ke atas. Biasanya, tomat jenis ini menghasilkan buah dalam waktu yang singkat. Sedangkan tomat dengan jenis indeterminate tumbuh menjalar seperti buah anggur. Tomat jenis ini memiliki waktu berbuah lebih lama bila dibandingkan dengan jenis tomat yang satunya.

3. Siapkan Benih yang Akan Ditanam

Jika kamu sudah menentukan jenis tomat seperti apa yang ingin kamu tanam, langkah selanjutnya adalah menyiapkan benihnya. Kamu bisa menyiapkan benih tomat dengan membelah buah tomat menjadi dua bagian. Setelah itu, ambil biji tomat menggunakan sendok dan letakkan biji tomat tersebut pada sebuah mangkok bersih. Kamu bisa mendiamkan biji tersebut selama dua sampai tiga hari. Hal itu dilakukan sebagai bentuk fermentasi agar tidak ada penyakit yang mungkin menyerang ketika biji tomat ditanam.

Setelah biji tomat didiamkan selama beberapa hari, kamu bisa mencucinya. Proses mencuci ini juga bisa kamu pakai sebagai penyaring mana biji tomat yang berkualitas dan mana yang tidak. Jika biji tomat terapung, maka biji tomat tersebut memiliki kualitas yang buruk. Saat mencuci biji tomat, kamu bisa menambahkan cuka serta garam, ya.

Setelah dicuci, biji tomat tidak bisa langsung ditanam. Kamu perlu mengeringkannya dan memasukkannya dalam lemari pendingin. Setelah dimasukkan dalam plastik, kamu bisa mendinginkan biji tomat selama satu hingga dua minggu. Jika sudah disimpan dalam lemari pendingin selama beberapa minggu, kamu bisa mulai melakukan budidaya tomat dengan menamnya.

Tempatkan dua hingga tiga biji tomat dalam sebuah pot. Letakkan pot di tempat yang terkena cukup sinar matahari. Kamu juga perlu menjaga kelembabannya dengan menyiram biji tomat yang telah tertutup tanah dengan sedikit air. Seiring dengan berjalannya waktu, biji tomat akan mulai tumbuh. Ketika tomat sudah memiliki panjang sekitar 4 – 5 cm, kamu bisa mulai memindahkannya ke kebun atau lahan kosong yang lebih lebar.

Cara yang dijelaskan sangat mudah untuk dipraktikkan bukan? Dengan menanam tomat sendiri, kamu bisa mendapat banyak keuntungan, lho. Pertama, hobi berkebunmu menjadi tersalurkan. Kedua, kamu bisa mendapat buat tomat tanpa harus membelinya di pasar atau supermarket.