29 September 2022

Dalam dunia bisnis adanya persaingan merupakan suatu hal yang sangat wajar. Oleh karena itu agar bisnis yang dijalani dalam suatu perusahaan tetap bisa bertahan di tengah ramainya persaingan. Maka dari itu diperlukan adanya penerapan strategi yang dilakukan agar perusahaan tersebut tetap mampu bertahan meski berada dalam persaingan bisnis yang sangat berat.

Biasanya salah satu strategi yang digunakan agar perusahaan bisa bertahan dan tetap mengembangkan bisnisnya adalah dengan menerapkan strategi diversifikasi. Secara pengertian diversifikasi adalah suatu strategi atau usaha dari perusahaan untuk bisa menciptakan produk baru yang nantinya dari produk baru tersebut diharapkan bisa mencapai pertumbuhan dan tingkat profit yang diinginkan perusahaan.

Dalam penerapan strategi diversifikasi dalam suatu perusahaan ini sudah meliputi akuisisi bisnis, pengembangan internal, joint venture, bahkan sampai ke pemilihan produk mana yang akan masuk ke bisnis baru perusahaan. Jadi hanya dengan satu penerapan strategi ini diharapkan profit yang dicapai dalam perusahaan tetap bisa optimal.

Jadi tujuan utama dari penerapan strategi diversifikasi ini sendiri adalah yang pertama untuk meningkatkan profit. Tentunya bagi setiap pelaku usaha baik usaha kecil maupun usaha besar profit atau keuntungan menjadi bagian utama yang paling diandalkan. Dengan strategi diversifikasi ini maka perusahaan bisa mendapat keuntungan lebih besar dengan cara meningkatkan penjualan banyak produk di satu waktu.

Tujuan selanjutnya dari penerapan strategi diversifikasi adalah untuk memperluas market share yang ada di perusahaan. Market share atau pangsa pasar tentunya menjadi salah satu bagian penting dalam keberhasilan bisnis yang dijalan suatu perusahaan. Dengan penerapan diversifikasi ini tentunya pelanggan menjadi memiliki banyak pilihan produk yang bisa mereka beli dan otomatis profit perusahaan pun meningkat.

Selain adanya penerapan diversifikasi ini juga untuk mencegah kebosanan pada masyarakat terhadap suatu produk atau brand tertentu. Jadi dengan adanya diversifikasi ini diharapkan tahapan life-cycle dari suatu produk tidak akan mengalami penurunan secara drastic. Meskipun jika dibandingkan tahap awal launching produk mengalami penurunan tetapi setidaknya profitnya masih bisa menutupi biaya produksi.

Tidak hanya itu tentunya penerapan diversifikasi ini juga bisa dijadikan untuk personalisasi produk yang sesuai dengan karakteristik pasar. Jadi dengan diversifikasi ini setiap produk yang dipasarkan memiliki target pasar serta personalisasi yang berbeda – beda sesuai dengan marketnya masing-masing.

Dengan diversifikasi ini anda juga bisa membuat perusahaan anda menemukan siapa saja kompetitornya dan mencari cara untuk bisa mengalahkan kompetitor anda. Dengan adanya integrasi antara target pasar, inovasi bisnis, serat personalisasi produk yang sudah anda miliki sebelumnya. Tentunya ini akan menjadi nilai plus bagi perusahaan untuk mengalahkan kompetitornya.

Namun dalam penerapan strategi diversifikasi ini juga anda perlu memperhatikan beberapa hal karena anda bisa menemukan beberapa kelebihan serta kekurangan dari penerapan strategi yang satu ini. Jika dilihat secara garis besar memang strategi diversifikasi ini bisa menguntungkan karena bisa membuat perusahaan mendapatkan profit yang maksimal.

Tetapi kekurangan dari penerapan strategi diversifikasi ini adalah sebagai pelaku usaha anda harus terus menerus memantau perkembangan bisnis yang ada terutama terhadap produk sejenis. Selain itu dalam penerapan strategi diversifikasi ini juga sangat mengedepankan pengembangan produk anda, yang otomatis pastinya diperlukan modal yang besar dalam setiap pengembangan yang dilakukan.

Jadi meskipun penerapan strategi ini cukup menguntungkan anda juga harus tetap memperhatikan terkait biaya pengembangan yang harus dikeluarkan. Pastikan biaya yang dikeluarkan akan sepadan dengan profit yang diterima nantinya